Vol. 15 No. 02 (2026)
Articles

Apologetika Digital dan Identitas Keagamaan: Analisis Strategi Argumentasi serta Tantangan Dialog Ekumenis dalam Kanal YouTube Romo Alfons Kolo

Maria Theodora Done
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta-Indonesia
Dr. JB. Heru Prakosa, SJ.
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta-Indonesia

Published 2026-11-02

Keywords

  • apologetik digital, post-truth, ekstremisme, identitas Katolik

How to Cite

Apologetika Digital dan Identitas Keagamaan: Analisis Strategi Argumentasi serta Tantangan Dialog Ekumenis dalam Kanal YouTube Romo Alfons Kolo. (2026). Jurnal Teologi, 15(02), 223-237. https://ejournal.usd.ac.id/index.php/jt/article/view/1673

Abstract

Kajian ini mengeksplorasi fenomena apologetika digital di Indonesia melalui analisis wacana terhadap kanal YouTube Romo Alfons Kolo. Di era post-truth, diskursus teologis sering kali berkelindan dengan dinamika emosional dan polarisasi identitas di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi argumentasi yang digunakan oleh Romo Alfons Kolo dalam menanggapi kritik teologis serta menguji implikasinya terhadap konstruksi identitas keagamaan dan tantangan dialog ekumenis, khususnya terkait ajaran dan praktik Katolik seperti Rabu Abu, persekutuan para kudus, Bunda Maria, dan penggunaan simbol patung. Menggunakan metode analisis konten kualitatif dengan pendekatan analisis naratif, kajian ini menemukan bahwa strategi komunikasi yang dibangun mencakup dekonstruksi argumen lawan berbasis data sejarah-sistematis, pendekatan fenomenologis, dan konstruksi identitas "Katolik itu Keren" untuk memperkuat pemahaman iman umat. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun apologetika digital berfungsi sebagai sarana literasi dan edukasi iman internal, fenomena ini berada pada garis batas tegangan inter-denominasi yang dipicu oleh mekanisme algoritma media sosial, sehingga mendesak hadirnya pendekatan apologetika yang lebih sejuk dan inklusif demi merawat persaudaraan ekumenis.

 

 

This research aims to analyze the argumentative strategies employed by Father Alfons Kolo in responding to theological polemics and to examine their implications for the construction of religious identity and the challenges of ecumenical dialogue, particularly in relation to Catholic doctrines and practices such as Ash Wednesday, the communion of saints, Marian veneration, and the liturgical use of sacred images. Employing qualitative content analysis with a narrative approach, this study finds that his communication strategies encompass the deconstruction of opposing arguments through historical and systematic evidence, the use of a phenomenological approach, and the construction of the “Katolik itu Keren” (“Being Catholic Is Cool”) identity narrative to strengthen catechetical formation. The findings suggest that, while digital apologetic serves as a vehicle for internal faith formation, it also operates within a context of interdenominational tensions intensified by social media algorithms. This highlights the urgent need for a more irenic and inclusive approach to apologetic in order to foster and sustain ecumenical fellowship.

References

  1. Arifianto, Y. A., Sumual, E. N., & Rahayu, Y. F., “Reflektif Teologi Digital di Era Pasca Pandemi dan Post-Truth: Strategi Edukasi Iman dan Kritik terhadap Kultur Digital”. Jurnal Teologi 11, No.2 (2025)., 179–196.
  2. Aritonang, J. S., & Steenbrink, K., A History of Christianity in Indonesia. Leiden: Brill, 2008.
  3. Bauman, Z. Wasted Lives: Modernity and Its Outcasts. Cambridge: Polity Press, 2004.
  4. Castells, M. The Power of Identity (2nd ed.). Hoboken, NJ: Wiley-Blackwell, 2010.
  5. Hefni, W., “Moderasi Beragama dalam Ruang Digital: Studi Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri”. Jurnal Pendidikan Islam 6, No.1 (2020), 68–78.
  6. Keene, W., Christian Moderns: Freedom and Fetish in the Mission Encounter. Berkeley: University of California Press, 2007.
  7. Kolo, A., Kesembuhan Bocah Protestan: Jawaban Bunda Maria untuk Pdt Gilbert L, Pdt Esra Soru & Pdt Mell Atock, YouTube (2024a). https://www.youtube.com/watch?v=n_tEeMT4I8
  8. Kolo, A., Pdt Mell Atock DIKRITIK soal Rabu Abu, YouTube (2024b). https://www.youtube.com/watch?v=IMGBKM7PpyU
  9. Kolo, A. Rabu Abu Katolik vs Protestan, YouTube (2024c). https://www.youtube.com/watch?v=00_DRHRBxz0
  10. Kolo, A. Rm Alfons Merespon Pendeta Esra Soru yang Setuju dengan Daniel Mananta: Patung ada Unclean Spirit, YouTube (2024d). https://www.youtube.com/watch?v=qxo_w8poZHM
  11. Kolo, A., Tanggapan Rm Alfons atas Pendeta MYM. tentang Memohon Doa Para Kudus YouTube (2024e). https://www.youtube.com/watch?v=2XZ1s4RDqXs
  12. Konferensi Waligereja Indonesia. Dokumen Gerejawi dan Kitab Suci Gereja Katolik. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1995.
  13. Kosasih, E., “Literasi Media Sosial dalam Pemasyarakatan Sikap Moderasi Beragama”. Jurnal Ar-Risalah 13, No.1 (2019): 1–22.
  14. Kozinets, Robert V., Netnography: Doing Ethnographic Research Online, (London: SAGE Publications, 2010)
  15. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: LAI, 2010.
  16. Nasrullah, R. Media Sosial: Perspektif Communication, Culture, and Sociotechnology. Bandung: Simbiosis Rekatama Media, 2015.
  17. Ridho, A., Suja, A., & Taufiq, M., “Cyberreligion: The Spiritual Paradox of Digital Technology”. Digital Society Journal 6, No.1 (2023): 23–34.
  18. Setiawan, A. A., “Penguatan Etika Islam di Era Post-Truth dalam Akun Instagram @Gusmuschannel (Perspektif Teori Semiotik Ferdinand de Saussure)”, Skripsi Sarjana, Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2022.
  19. Tamukun, A. Y. L., Labatar, D., Bria, Z., & Firman, K. “Teologi di Era Post Truth dan Tantangan Gereja dalam Menyampaikan Kebenaran di Tengah Hoaks dan Disinformasi”. Jurnal Kerugma 8, No.2 (2025): 1–16.
  20. Taufik, C. M., dkk. Media, Kebenaran dan Post-truth. Bandung: Simbiosis Rekatama Media, 2022.
  21. Ulya., “Post-truth, Hoax dan Religiusitas di Media Sosial”. Jurnal Ilmu Dakwah, 13, No.1 (2018): 32–47.
  22. Yasin, H., & Sonata, V. “Spiritualitas Apologetis Berbasis Korpus Paulin: Strategi Teologis Menghadapi Proliferasi Ajaran Sesat di Ruang Siber”. Jurnal Teologi Digital 6, No.2 (2025), 285–304.