Vol. 15 No. 02 (2026)
Articles

Dari Ketimpangan Sosial Menuju Komunitas Kontras: Ajaran Sosial Gereja dan Refleksi Pastoral Kardinal Ignatius Suharyo bagi Jakarta

Antonius Eddy Kristiyanto
Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta-Indonesia
Bio
Albertus Pantra
Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta-Indonesia
Bio
Kasimirus Lambok Hartanto
Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta-Indonesia
Bio
Marcelino
Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta-Indonesia
Bio

Published 2026-10-30

Keywords

  • Ajaran Sosial Gereja,
  • Belarasa,
  • Bonum Commune,
  • Komunitas Kontras,
  • Imago Dei

How to Cite

Dari Ketimpangan Sosial Menuju Komunitas Kontras: Ajaran Sosial Gereja dan Refleksi Pastoral Kardinal Ignatius Suharyo bagi Jakarta. (2026). Jurnal Teologi, 15(02), 155-186. https://ejournal.usd.ac.id/index.php/jt/article/view/1252

Abstract

Ketimpangan sosial di Jakarta bukan sekadar tantangan ekonomi, melainkan juga persoalan teologis dan moral yang menuntut tanggapan iman yang nyata. Artikel ini membahas bagaimana ketimpangan sosial di Jakarta dipahami berdasarkan pandangan Ajaran Sosial Gereja (ASG) dan refleksi pastoral Kardinal Ignatius Suharyo sebagai Uskup Agung Jakarta. Dengan menganalisis dokumen Gereja dan teks-teks pastoral, serta wawancara dengan tokoh pastoral dalam lingkup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), artikel ini mengeksplorasi tiga hal yang saling terkait, yakni realitas ketimpangan sosial di Jakarta, pandangan ASG atas fenomena tersebut, dan refleksi pastoral Kardinal Suharyo dalam menanggapinya. Temuan menunjukkan bahwa ketimpangan sosial di Jakarta tampak dari kontras mencolok antara kawasan elit dan permukiman kumuh, peningkatan angka kriminalitas, dan memburuknya indeks kedalaman kemiskinan, dengan rasio gini sebesar 0,441 pada Maret 2025 (data dibatasi pada September 2024-September 2025). Dengan keadaan ini, martabat manusia (imago Dei), kebaikan bersama (bonum commune), dan solidaritas, menjadi tiga prinsip fundamental ASG telah dilanggar secara sistematis. Refleksi pastoral Kardinal Suharyo mengutamakan empat hal, yakni belarasa, martabat manusia, kesejahteraan bersama, dan berbagi. Keempat pokok yang diinspirasikan oleh Kitab Suci dan ASG tersebut kemudian diwujudkan secara konkret melalui program-program, seperti ASAK, Ayo Kerja, SABUK, dan koperasi simpan pinjam. Kardinal Suharyo merefleksikan bahwa Gereja perlu menjadi komunitas kontras yang menanggapi ketimpangan sosial melalui solidaritas aktif, advokasi profetis, dan pengembangan manusia yang integral.

Social inequality in Jakarta represents not merely an economic problem but a theological and moral challenge demanding a concrete faith-based response. This article investigates how social inequality in Jakarta can be understood through the Catholic Social Teaching (CST) and the pastoral reflections of Cardinal Ignatius Suharyo, Archbishop of Jakarta. By analyzing Church documents and pastoral texts and conducting an interview with a key pastoral figure within the Archdiocese of Jakarta, this study explores three interconnected dimensions, namely the reality of social inequality in Jakarta, the CST’s reading of this phenomenon, and Cardinal Suharyo’s pastoral reflections in responding to it. The findings indicate that social inequality in Jakarta is starkly visible in the sharp contrast between elite districts and urban slums, rising crime rates, and worsening poverty depth indices, with a Gini ratio of 0,441 in March 2025 (the data are limited to the period from September 2024 to September 2025). Under these conditions, human dignity (imago Dei), the common good (bonum commune), and solidarity, the three fundamental principles of CST, have been systematically violated. Cardinal Suharyo’s pastoral reflections prioritize four key themes, namely compassionate solidarity, human dignity, common welfare, and sharing, all of which are grounded in Sacred Scripture and CST. And then manifested in concretely embodied through programs such as ASAK, Ayo Kerja, SABUK, and a credit union. Cardinal Suharyo reflects that the Church must become a contrast community that responds to social inequality through active solidarity, prophetic advocacy, and integral human development.

References

  1. Ali, Biantga, Feby Delva Primayani, dan Mutiara Rizkia Putri. “Problematika Ketimpangan Sosial di Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan yang Solutif.” Legal System Journal 2, no. 1 (2025): 13-22. https://doi.org/10.70656/lsj.v2i1.350.
  2. Alkitab Deuterokanonika Terjemahan Baru Edisi Kedua (TB 2). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia - Lembaga Biblika Indonesia, 2023.
  3. Atawolo, Andreas B. Ekaristi: Sakramen Persekutuan Semesta. Bekasi: Tollelegi, 2020.
  4. Benediktus XVI. Caritas in Veritate (Kasih dalam Kebenaran). 29 Juni 2009. Diterjemahkan oleh B. R. Agung Prihartana. Jakarta: Dokpen KWI, 2014. AAS 101 (2009).
  5. Boff, Clodovis, dan Jorge Pixley. The Bible, The Church, and The Poor. Michigan: Orbis Books, 1989.
  6. Darmaatmadja, Julius dan Ignatius Suharyo. Surat Gembala Prapaskah 2010. 13-14 Februari 2010.
  7. Dhany, Fransiskus Wisnu Wardhana, “Bantalan Sosial Untuk Meredam Ketimpangan di Jakarta,” Kompas.id, 31 Juli 2025, https://www.kompas.id/artikel/bantalan-sosial-untuk-meredam-ketimpangan-di-jakarta.
  8. Editor, “1 Kota 2 Dunia: Permukiman Kumuh di Perkotaan,” Perkim id, 4 September 2025, https://perkim.id/en/kumuh/1-kota-2-dunia-permukiman-kumuh-di-perkotaan/.
  9. Editor, “Pramono Sebut Tingkat Ketimpangan Ekonomi di Jakarta Menurun pada Kuartal I-2026,” Regional Kontan.co.id, 17 April 2026, https://regional.kontan.co.id/news/pramono-sebut-tingkat-ketimpangan-ekonomi-di-jakarta-menurun-pada-kuartal-i-2026
  10. Fachri, Fairuz Muhammad Sabiq, Muhammad Mikail Harahap, Rifqi Khoiri Mudoffar, Naufal Arifandi Ananda, dan Muhammad Fattan Abyansyah. “Analisis Pengaruh Migrasi terhadap Ketimpangan Sosial Ekonomi di Jakarta.” Journal Social Society 5, no 2 (2025): 896-905. https://doi.org/10.30605/jss.5.2.2025.793.
  11. Gunawan, Yohanes. “Kepemimpinan Mgr. I. Suharyo di Keuskupan Agung Semarang Periode 1997-2009 dalam Terang Kepemimpinan Anthony D'Souza.” Jurnal Teologi (Journal of Theology) 2, no. 2 (2021): 180-181. https://doi.org/10.24071/jt.v2i2.443.
  12. Haughey, John C. “Jesus as the Justice of God.” Dalam The Faith That Does Justice: Examining the Christian Sources for Social Change, diedit oleh John C. Haughey, 264-290. New York: Paulist Press, 1977.
  13. Hollenbach, David. “Modern Catholic Teachings Concerning Justice.” Dalam The Faith That Does Justice: Examining the Christian Sources for Social Change, diedit oleh John C. Haughey, 207-231. New York: Paulist Press, 1977.
  14. Katekismus Gereja Katolik. Diterjemahkan oleh Herman Embuiru. Ende: Propinsi Gerejani Ende, 1995.
  15. Konsili Vatikan II. Gaudium et Spes (Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern). 7 Desember 1965. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI, 1990. AAS 58 (1966).
  16. Konsili Vatikan II. Lumen Gentium (Terang Bangsa-bangsa). 21 November 1964. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI, 1990. AAS 57 (1965).
  17. Kwirinus, Dismas dan Heribertus Peri, “Menjadi Gereja Kaum Miskin: Suatu Refleksi Teologi dan Dialog antara Gereja dan Kaum Miskin dalam Konteks Kemiskinan di Indonesia.” Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral 7, no. 2 (2023): 56-71. https://doi.org/10.61831/gvjkp.v7i2.159.
  18. Lawrence, Peter. “The Global and National Inequality Faultlines: The Economic Dimensions of (In)Security.” Journal of Global Faultlines 8, no. 1 (2021): 23-33. https://doi.org/10.13169/jglobfaul.8.1.0023.
  19. Leo XIII. Rerum Novarum (Hal-hal Baru). 15 Mei 1891. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI, 1999.
  20. Leo XIV. “Magnifica Humanitas.” 15 Mei 2026. https://www.vatican.va/content/leo-xiv/en/encyclicals/documents/20260515-magnifica-humanitas.html.
  21. Lonergan, Bernard. Method in Theology. Toronto: University of Toronto Press, 2007.
  22. Milanovic, Branko. Global Inequality: A New Approach for the Age of Globalization. Cambridge: Harvard University Press, 2016.
  23. Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, edisi revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2020.
  24. Nelfira, Winda, “Ketimpangan Meningkat di Jakarta, Pramono Anung: Orang Kaya Makin Kaya”, Liputan 6, 30 Juli 2025, https://www.liputan6.com/news/read/6119637/ketimpangan-meningkat-di-jakarta-pramono-anung-orang-kaya-makin-kaya.
  25. Paulus VI. Populorum Progressio (Perkembangan Bangsa-bangsa). 26 Maret 1967. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI, 1999. AAS 59 (1967).
  26. Pius XI. Quadragesimo Anno (Ke-Empat Puluh Tahun). 15 Mei 1931. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI, 1999. AAS 23 (1931).
  27. Riawan, Yohanes Yayan. “Refleksi Teologis Solidaritas menurut Mgr. Johannes Pujasumarta dalam Terang Ajaran Sosial Gereja.” Jurnal Teologi (Journal of Theology) 10, no. 1 (2021): 1-18. https://doi.org/10.24071/jt.v10i1.2624.
  28. Shabrina, Nurul. “The Development of Pantai Indah Kapuk 2: Social Inequality and Eviction of Salembaran Jati Residents.” Cities and Urban Development Journal 3, no. 1 (2025): 1-15. https://doi.org/10.7454/cudj.v3i1.1041.
  29. Suhanda, Nopriyanto Hady dan Viddy Firmandiaz, “Addressing Inequality and Urban Segregation in Jakarta,” The Jakarta Post, 17 Juni 2023, https://www.thejakartapost.com/opinion/2023/06/17/addressing-inequality-and-urban-segregation-in-jakarta.html.
  30. Suharyo, Ignatius. Surat Gembala Menyambut Tahun Ekaristi 2012. 26-27 November 2011.
  31. Suharyo, Ignatius. Surat Gembala Prapaskah 2013: Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin Berbelarasa. 9-10 Februari 2013.
  32. Suharyo, Ignatius. Surat Gembala Prapaskah 2014: Dipilih untuk Melayani. 1-2 Maret 2014.
  33. Suharyo, Ignatius. Surat Gembala Prapaskah 2020: Menjadi Komunitas Alternatif dengan Mewujudkan Keadilan Sosial. 22-23 Februari 2020.
  34. Suharyo, Ignatius. Surat Gembala Prapaskah 2022: Menjunjung Tinggi Martabat Manusia. Semakin Mengasihi, Semakin Peduli, Semakin Bersaksi. 26-27 Februari 2022.
  35. Suharyo, Ignatius. Surat Gembala Prapaskah 2023: Peran Serta Kita dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama. 18-19 Februari 2023.
  36. Suharyo, Ignatius. Surat Gembala Prapaskah 2025: Kepedulian Lebih kepada Saudara yang Lemah dan Miskin. 1-2 Maret 2025.
  37. Suharyo, Ignatius. The Catholic Way: Kekatolikan dan Keindonesiaan Kita. Yogyakarta: Kanisius, 2009.
  38. Tupan, Graciovyn Christiano, Wilbert, Maureen Xaviera Sisley, Netta Wijaya, Klarissa, Scherika Tanaka, Kiky Soraya, dan Sukron Ma’Mun. “Jakarta: Kota Megah dengan Jurang Kesenjangan Sosial dan Ekonomi,” Jurnal Ekonomi Manajemen dan Sosial 8, no. 2 (2025): 82-90, https://doi.org/10.56071/jemes.v8i2.1312.
  39. Yohanes Paulus II. Centesimus Annus (Ulang tahun ke-Seratus). 1 Mei 1991. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI, 1999. AAS 83 (1991).
  40. Yohanes Paulus II. Sollicitudo Rei Socialis (Keprihatinan Sosial). 30 Desember 1987. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI, 1999. AAS 80 (1988).
  41. Yohanes XXIII. Mater et Magistra (Ibu dan Guru). 15 Mei 1961. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI, 1999. AAS 53 (1961).
  42. Yuliani, Putri Anisa, “Ketimpangan Sosial di Jakarta Dinilai Masih Tinggi,” Medcom, 18 Juli 2023, https://www.medcom.id/nasional/metro/GKdE8rdN-ketimpangan-sosial-di-jakarta-dinilai-masih-tinggi.
  43. Website
  44. Badan Pusat Statistik. “Gini Ratio Maret 2025 Tercatat Sebesar 0,375.” Terakhir dimodifikasi 25 Juli 2025. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/07/25/2519/gini-ratio-maret-2025-tercatat-sebesar-0-375.html.
  45. Badan Pusat Statistik. “Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS 2025) Provinsi DKI Jakarta.” Terakhir dimodifikasi 5 Mei 2026. https://jakarta.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/1339/hasil-survei-penduduk-antar-sensus--supas-2025--provinsi--dki-jakarta.html.
  46. Badan Pusat Statistik. “Profil Kemiskinan Provinsi DKI Jakarta September 2025.” Terakhir dimodifikasi 5 Februari 2026. https://jakarta.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/1257/profil-kemiskinan-provinsi-dki-jakarta-september-2025.html.
  47. Badan Pusat Statistik. “Statistik Kriminalitas Provinsi DKI Jakarta 2023.” Terakhir dimodifikasi 30 September 2024. https://jakarta.bps.go.id/id/publication/2024/09/30/45a0b7f6a6430b037f9f8817/crime-statistics-of-dki-jakarta-province-2023.html.
  48. Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. “Kajian Fiskal Regional DKI Jakarta Tahun 2024.” Terakhir dimodifikasi 12 Maret 2025. https://djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jakarta/id/data-publikasi/berita-terbaru/2891-kajian-fiskal-regional-dki-jakarta-tahun-2024.html.
  49. Luce TV. “Belarasa menurut Kardinal Suharyo.” Dalam Konferensi Pers Gerakan Belarasa LDD KAJ: Menyalakan Harapan, Menghidupkan Kemanusiaan. 21 April 2025. Video, 10:25. https://www.youtube.com/watch?v=MpajOgkbH_Y&t=18s.
  50. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan, Pemprov DKI Siapkan Tujuh Kebijakan.” Terakhir dimodifikasi 28 Juli 2025. https://www.jakarta.go.id/siaran-pers/5762-SP-HMS-07-2025.