Hidup di Ruang Antara: Membaca Sekolah Adat Arus Kualan melalui Lensa Empire dan Multitude
DOI:
https://doi.org/10.24071/ret.v14i1.681Keywords:
Sekolah Adat Arus Kualan, empire, multitude, pengetahuan lokal, Masyarakat Dayak SimpakngAbstract
Penelitian ini berangkat dari kegelisahan identitas dan kegelisahan kolektif masyarakat Dayak Simpakng terhadap rapuhnya pengetahuan ekologis, spiritual, dan kultural mereka akibat ekspansi pembangunan, logika kapitalisme ekstraktif, serta dominasi pendidikan formal melalui standardisasi cara belajar. Dalam konteks tersebut, Sekolah Adat Arus Kualan (SAAK) lahir sebagai respons komunitas untuk memulihkan relasi pengetahuan dan menegosiasikan posisi mereka dalam arus kekuasaan modern. Tujuan penelitian ini ialah menelusuri pendirian SAAK, menarasikan praktik dan relasi yang membentuk kehidupan belajar di dalamnya, serta menganalisis dinamika kekuasaan dan bentuk-bentuk resistensi komunitas menggunakan kerangka teori empire dan multitude. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAAK berfungsi sebagai ruang hibrid, di mana komunitas mengelola ketegangan antara pengetahuan adat dan standar pendidikan formal modern. Praktik belajar berbasis relasi ekologis, pengalaman tubuh, dan etika kebersamaan menunjukkan produksi kehidupan yang selaras dengan potensi multitude. Kesimpulannya, SAAK tidak sepenuhnya terbebas dari logika empire—yang tampak melalui keterkaitannya pada jaringan LSM/NGO, kebutuhan legitimasi dari negara, dan keterlibatan dalam skema administrasi dan pengakuan formal. SAAK juga memperlihatkan potensi multitude melalui praktik-praktik merawat pengetahuan lokal, memperkuat agensi komunitas, dan membuka kemungkinan politik alternatif bagi keberlanjutan identitas dan kosmologi masyarakat Dayak Simpakng di tengah tekanan modernitas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bernarda Prihartanti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


