Mengapa Refleksi dalam Pembelajaran Tidak Selalu Menghasilkan Dampak Sosial: Studi Kasus Pembelajaran Dialogis Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif di SMP Kanisius Muntilan

Main Article Content

Danang Bramasti

Abstract

Refleksi merupakan unsur penting dalam pembelajaran transformatif, namun mekanisme bagaimana refleksi menghasilkan dampak sosial masih belum banyak dijelaskan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pembelajaran dialogis kontekstual dapat menghasilkan dampak sosial melalui dua proyek pembelajaran, yaitu Proyek Pasar Kliwon dan Proyek Trotoar di SMP Kanisius Muntilan, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis dokumen hasil pembelajaran siswa serta melakukan wawancara semi-terstruktur terhadap dua guru pendamping proyek. Proses pembelajaran dirancang berdasarkan konteks siswa dan persoalan nyata di lingkungan Muntilan, kemudian dikembangkan melalui tahapan konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi dalam kerangka Paradigma Pedagogi Reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dialogis kontekstual mendorong siswa memahami realitas sosial melalui dialog, observasi, dan refleksi. Refleksi tersebut berkembang menjadi aksi dalam bentuk penyusunan rekomendasi, namun aksi tersebut tidak secara otomatis menghasilkan dampak sosial. Dampak sosial muncul ketika rekomendasi siswa terhubung dengan pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan atau kapasitas untuk menindaklanjutinya. Temuan ini memperluas pemahaman tentang tahap aksi dalam Paradigma Pedagogi Reflektif dengan menunjukkan bahwa keterhubungan dengan pemangku kepentingan merupakan kondisi penting bagi terwujudnya dampak sosial dalam pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Bramasti, D. (2026). Mengapa Refleksi dalam Pembelajaran Tidak Selalu Menghasilkan Dampak Sosial: Studi Kasus Pembelajaran Dialogis Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif di SMP Kanisius Muntilan. Spiritualitas Ignasian: Jurnal Kerohanian Dalam Dunia Pendidikan, 26(1), 38-56. https://doi.org/10.24071/si.v26i1.1566

References

Alexander, R. (2017, August 31). Developing dialogic teaching: Process, trial, outcomes [Paper presentation]. 17th Biennial EARLI Conference, Tampere, Finland. https://cprtrust.org.uk/wp-content/uploads/2017/07/EARLI-2017-paper.pdf

Alexander, R. J. (2013). Improving oracy and classroom talk: Achievements and challenges. Primary First, 22–29. https://eprints.whiterose.ac.uk/id/eprint/76321/

Alvares, J. (2023). David Ausubel's meaningful learning theory. Mentes Abiertas.

Andriyani, T. (2024). Jogja darurat sampah, pakar UGM sarankan edukasi pemilahan di masyarakat. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/jogja-darurat-sampah-pakar-ugm-sarankan-edukasi-pemilahan-di-masyarakat/

ASJI. (2017). Kurikulum berbasis paradigma pedagogi Ignasian sekolah Jesuit.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Kebijakan kurikulum. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Bourn, D. (2015). Teachers as agents of social change. International Journal of Development Education and Global Learning, 7(3), 63–77. https://doi.org/10.18546/IJDEGL.07.3.05

Bramasti, D. (2025). Penerapan dialog untuk membangun konteks pembelajaran berbasis paradigma pedagogi Ignasian. Jurnal Spritualitas Ignasian, 25(1), 69-89. https://doi.org/10.24071/si.v25i1.12284

Charismiadji, I. (2026). Darurat pendidikan Indonesia: Anatomi kegagalan sistemik dan agenda restorasi. Andi.

Dewi, R. (2025). Laporan rencana tindak lanjut proyek terpadu berbasis kearifan lokal budidaya nenas di SMKN 1 Belida Darat melalui pendekatan pembelajaran mendalam. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

Freire, P. (2005). Pedagogy of the oppressed (30th Anniversary Edition). The Continuum International Publishing Group Inc.

Hamilton, E. R., & Han, M. (2024). From private to public: Using authentic audiences to support undergraduate students’ learning and engagement. Teaching & Learning Inquiry, 12. https://doi.org/10.20343/teachlearninqu.12.2

Kelly, O., Buckley, K., Lieberman, L. J., & Arndt, K. (2022). Universal design for learning - A framework for inclusion in outdoor learning. Journal of Outdoor and Environmental Education, 25, 75–89. https://doi.org/10.1007/s42322-022-00096-z

Kristiyanto, A. (2025). Pendidikan sosial humaniora di tengah perubahan sosial:Tantangan dan peluang pedagogis. Scholar Hub: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 21–29. https://www.scholarhub.my.id/ojs/index.php/journal/article/view/3

Lyle, S. (2010). Dialogic teaching: Discussing theoretical contexts and reviewing. Language and Education, 22(3), 222-240. https://doi.org/10.2167/le778.0

Mamed, N. M. (2021). Dialogical approaches: Tensions in learning and development. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-84226-0

Mannion, J. (2020). The importance of talk rules – and how to make them work for your pupils. Oracy Cambridge.

Munawwar, M. F. (2017). Teori dialogisme Bakhtin dan konsep-konsep metodologisnya. Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities, 1(2), 235–249. https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.27785

Nowacek, R. S., & Mountin, S. M. (2023). Reflection in action: A signature Ignatian pedagogy for the 21st century. In Exploring more signature pedagogies (pp. 129–142). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003444725-13

OECD. (2019). OECD future of education and skills 2030.

PBLWorks. (2026). What is project based learning. https://www.pblworks.org/what-is-pbl

Pousson, J. M., & Myers, K. A. (2018). Ignatian pedagogy as a frame for universal design in college: Meeting learning needs of Generation Z. Education Sciences, 8(4), Article 193. https://doi.org/10.3390/educsci8040193

Pristiandaru, D. L. (2025). Citarum: Salah satu sungai terkotor dunia dan upaya penanganannya. Kompas.com. https://lestari.kompas.com/read/2025/03/02/120000286/citarum--salah-satu-sungai-terkotor-dunia-dan-upaya-penanganannya?page=all

Sukmawati, C. U. (2023). Problematika implementasi model pembelajaran berbasis proyek pada Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 8 Surakarta. Jurnal Sinestesia, 13(2), 1116-1126. https://sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/448

Sulaiman, M. (2021). Education and social change. International Journal of Applied Research, 7(2), 85-88. https://www.allresearchjournal.com/archives/?year=2021&vol=7&issue=2&part=B&ArticleId=8246

Tim Ignatius. (2026). Muntilan rumah kebinekaan. Specanist Journal of Contextual Learning, 1, 12-24; 49-58.

UNESCO. (2021). Reimagining our future together: A new social contract for education. UNESCO.

van Oers, B. (2008). The transformation of learning. Cambridge University Press.

Yin, R. K. (2016). Qualitative research from start to finish. Guilford Press.

Zaharah & Silitonga, M. (2023). Meningkatkan kreativitas peserta didik melalui model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) di SMP Negeri 22 Kota Jambi. Biodik, 9(3), 139-150. https://doi.org/10.22437/biodik.v9i3.28659