Hasrat sebagai Ruang Komunikasi Ilahi dalam Spiritualitas Ignasian: Pembedaan Roh antara Rahmat, Kebebasan, dan Kehendak Allah

Main Article Content

Gabriel Abdi Susanto

Abstract

Artikel ini mengkaji hasrat manusia dalam perspektif spiritualitas Ignasian dengan menempatkannya secara eksplisit sebagai locus theologicus, yakni ruang relasional tempat komunikasi ilahi berlangsung antara rahmat Allah dan kebebasan manusia. Berangkat dari pengalaman rohani Santo Ignasius dari Loyola dan prinsip pembedaan roh (discernment), artikel ini merespons kecenderungan kajian spiritualitas Ignasian yang sering memperlakukan hasrat secara implisit sebagai bagian dari dinamika batin, tanpa artikulasi teologis yang memadai mengenai status reflektifnya. Dengan menggunakan pendekatan teologi praktis reflektif dan kerangka hermeneutik spiritualitas Ignasian—khususnya melalui kategori konsolasi dan desolasi—artikel ini menafsirkan hasrat bukan sebagai fenomena psikologis semata, melainkan sebagai medan relasional tempat kehendak Allah dikenali secara bertahap dalam pengalaman konkret manusia. Kajian ini mengintegrasikan pemikiran para teolog dan praktisi Ignasian seperti William A. Barry, Timothy M. Gallagher, James Martin, Mark E. Thibodeaux, dan William M. Watson, serta refleksi kontekstual atas praksis pastoral kontemporer. Artikel ini berargumen bahwa kehendak Allah tidak hadir sebagai instruksi eksternal yang terlepas dari pengalaman manusia, melainkan sebagai arah hidup yang tumbuh dalam proses pembedaan roh yang menghormati kebebasan, sejarah hidup, dan relasi manusia dengan Allah dan sesama. Dengan demikian, spiritualitas Ignasian menawarkan kontribusi khas bagi pengembangan teologi praktis, khususnya dalam pendampingan rohani, formasi iman, dan pengambilan keputusan rohani di tengah kompleksitas kehidupan modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Susanto, G. A. (2026). Hasrat sebagai Ruang Komunikasi Ilahi dalam Spiritualitas Ignasian: Pembedaan Roh antara Rahmat, Kebebasan, dan Kehendak Allah. Spiritualitas Ignasian: Jurnal Kerohanian Dalam Dunia Pendidikan, 26(1), 69-86. https://doi.org/10.24071/si.v26i1.1437

References

Augustine. (1991). Confessions (H. Chadwick, Trans.). Oxford University Press. (Original work published ca. 397 CE)

Barry, W. A. (1991). Finding God in all things: A companion to the Spiritual Exercises of St. Ignatius. Ave Maria Press.

Cano, M. (1563). De locis theologicis libri duodecim.

Fleming, David L. (2017). Spiritualitas Ignatian (F. X. S. Kurniawan & A. Sumarwan, Trans.). Yayasan Cipta Loka Caraka, 2017.

Fromm, E. (2006). The art of loving. Harper Perennial Modern Classics.

Gallagher, T. M. (2005). The discernment of spirits: An Ignatian guide for everyday living. Crossroad.

Ignatius of Loyola. (1992). The autobiography of St. Ignatius Loyola (J. F. O'Callaghan, Trans.). Fordham University Press. (Original work published ca. 1553–1555)

Lonergan, B. J. F. (1992). Method in theology. University of Toronto Press.

Martin, J. (2010). The Jesuit guide to (almost) everything: A spirituality for real life. HarperOne.

Osmer, R. R. (2008). Practical Theology: An Introduction. Eerdmans.

Rahner, K. (1978). Foundations of Christian faith: An introduction to the idea of Christianity. Crossroad.

Suparno, P. (1998), Roh baik dan roh jahat: Praktik pembedaan roh dan pemilihan menurut latihan rohani Santo Ignasius. Kanisius.

Susanto, G. A. (2021a, April 18). Mengenali kehendak Tuhan lewat hasrat (blog pribadi). Asperges Me. https://abdisusanto.wordpress.com/2021/04/18/mengenali-kehendak-tuhan-lewat-hasrat/

Susanto, G. A. (2021b, April 18). Tuhan menaruh hasrat itu dalam hatiku (blog pribadi). Asperges Me. https://abdisusanto.wordpress.com/2021/04/18/tuhan-menaruh-hasrat-itu-dalam-hatiku/

Thibodeaux, M. E. (2010). God’s voice within: The Ignatian way to discover God’s will (Rev. ed.). Loyola Press.

Watson, W. M. (2014). Sacred story: An Ignatian examen for the third millennium. Loyola Press.